KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pembangunan sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan dan hortikultura di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Sejak dilantik pada Februari 2025, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) langsung melakukan berbagai terobosan strategis yang berdampak nyata terhadap peningkatan produksi, kualitas, dan daya saing komoditas perkebunan dan hortikultura.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, Dr. L.M. Rusdin Jaya, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa kebijakan Gubernur ASR difokuskan pada penggunaan benih unggul, penerapan Good Agricultural Practices (GAP/SOP), digitalisasi layanan, penguatan kemitraan petani dan pelaku usaha, serta diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah.
“Seluruh kebijakan tersebut ditindaklanjuti secara konkret di lapangan melalui program dan kegiatan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra,” ujarnya.
Strategi Pengembangan Sub Sektor
Sejumlah langkah strategis yang dijalankan meliputi:
- Peningkatan produksi dan kualitas tanaman melalui benih unggul dan penerapan GAP.
- Pengembangan kawasan berbasis klaster komoditas unggulan Sultra.
- Penguatan industri pengolahan hasil perkebunan dan hortikultura.
- Peningkatan akses pasar melalui misi dagang komoditas.
- Penguatan kelembagaan tani dan koperasi melalui pelatihan dan bimbingan teknis.
- Peningkatan akses pembiayaan petani (KUR).
- Pengembangan infrastruktur distribusi, termasuk Jalan Usaha Tani (JUT).
Kinerja Sub Sektor Perkebunan
Sepanjang 2025, peningkatan dan perluasan areal perkebunan mencapai 1.700 hektare, dengan rincian:
- Kakao seluas 1.000 ha di lima kabupaten (Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Utara, dan Bombana) dengan total bantuan 1 juta benih kakao.
- Lada sebanyak 160 ribu pohon di Kabupaten Konawe seluas 200 ha.
- Pala seluas 500 ha di Kabupaten Buton (200 ha) dan Kolaka Utara (300 ha) dengan total bantuan 50 ribu pohon.
Jika budidaya dan pendampingan dilakukan secara optimal, produksi sub sektor perkebunan diproyeksikan meningkat hingga 55 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan mesin dan peralatan pengolahan sagu di Kabupaten Konawe, Kecamatan Meluhu dan Anggalomoare seluas 30 ha, dengan total 183 item bantuan. Bantuan sarana dan prasarana berupa bibit, pupuk, dan pestisida juga diberikan untuk ekstensifikasi dan intensifikasi lahan seluas 50 ha, serta peremajaan kelapa sawit seluas 50,4 ha di Konawe, Kolaka, dan Konawe Utara.
Kinerja Sub Sektor Hortikultura
Peningkatan dan perluasan areal hortikultura pada 2025 mencapai 223 hektare, meliputi:
- Bawang merah di Konawe Selatan (Kecamatan Tinanggea) seluas 5 ha dengan bantuan 415 saset benih.
- Cabai rawit di Konawe Selatan seluas 33 ha dengan bantuan 400 saset benih.
- Cabai keriting di Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, dan Kota Kendari seluas 108 ha dengan bantuan 743 saset benih.
- Alpukat varietas cempedak sebanyak 4.166 pohon di Kota Kendari dan Kabupaten Muna seluas 41 ha.
- Mangga varietas arumanis sebanyak 3.671 pohon di Kolaka Timur, Kota Kendari, dan Konawe Utara seluas 36 ha.
Dengan pendampingan yang baik, produksi hortikultura diproyeksikan meningkat sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya.
Kinerja Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian
Pemerintah Provinsi Sultra menyalurkan bantuan kepada 40 kelompok tani berupa alat dan sarana produksi untuk lahan seluas 474 ha, dengan rincian:
- Pupuk NPK 16-16-16: 20 ton
- Herbisida: 1.438 liter
- Hand sprayer: 106 unit
- Mulsa plastik: 30 roll
- Pemotong rumput: 23 unit
- Cultivator: 17 unit
Sebaran bantuan terbesar berada di Konawe Selatan untuk sarana produksi, Kolaka Utara untuk mekanisasi, serta Konawe, Buton, Bombana, dan Kolaka Utara untuk pengolahan tanah.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Di bidang SDM, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Perkebunan dan Hortikultura (SIMBUNHORTI) sebagai inovasi digitalisasi layanan publik. Selain itu, bimbingan teknis dan identifikasi kelompok tani dilakukan di enam kabupaten/kota untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan petani.
Penutup
Berdasarkan capaian tersebut, sub sektor perkebunan dan hortikultura Sultra sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan dan memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal pada 2026, baik dari sisi perluasan areal tanam, peningkatan produksi, maupun produktivitas.
Sebagian besar kegiatan tersebut bersumber dari anggaran kementerian terkait, di mana petani menerima bantuan dalam bentuk barang, sementara seluruh proses pengadaan dilaksanakan langsung oleh kementerian.
Demikian Kaleidoskop Kinerja Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025, dengan harapan capaian di tahun 2026 dapat lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.
Laporan : Rul R.
















































