Program Hilirisasi, Pemprov Sultra Siapkan Pabrik Pengolahan Kakao dan Pala 2025–2028

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggagas program hilirisasi perkebunan sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri daerah berbasis hasil bumi lokal.

Melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura, pemerintah provinsi menyiapkan pembangunan pabrik-pabrik pengolahan kakao dan pala di sejumlah wilayah potensial mulai tahun 2025 hingga 2028.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program penguatan sektor hulu yang lebih dulu dijalankan.

“Tahun 2025, 2026, dan 2027 kita fokus memperkuat produksi. Setelah itu, akan masuk ke tahap hilirisasi dengan pembangunan industri pengolahan di daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahun 2025 menjadi momentum penting dengan pengembangan lahan kakao dan pala seluas 1.800 hektare di beberapa kabupaten: Kolaka Utara (300 ha), Kolaka Timur (300 ha), Konawe Selatan (200 ha), Bombana (200 ha), dan Konawe Utara (1.300 ha) untuk kakao, serta Kolaka Utara (300 ha) dan Buton (200 ha) untuk pala.

“Program ini merupakan bagian dari arah kebijakan Bapak Gubernur agar Sultra tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga produsen olahan yang memiliki nilai tambah,” ujar Rusdin.

Ia menegaskan, pembangunan pabrik pengolahan akan dilakukan secara bertahap dan disinergikan dengan Kementerian Pertanian RI serta pelaku industri dalam negeri.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi transformasi ekonomi Sultra. Dengan penguatan industri pengolahan, komoditas unggulan seperti kakao dan pala akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Bapak Gubernur ingin agar hasil bumi Sultra tidak lagi dijual mentah, tapi diolah di sini sehingga membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah memperluas program pelatihan bagi kelompok tani dan pelaku usaha kecil agar siap memasuki rantai industri pengolahan.

Dukungan infrastruktur, logistik, dan akses pasar akan terus diperkuat dalam empat tahun ke depan.

Rusdin menuturkan, data produksi perkebunan terbaru akan diumumkan pada Desember 2025 untuk mengukur efektivitas program penguatan hulu dan kesiapan menuju hilirisasi.

“Insya Allah bulan 12 kita rilis data tetap tahun 2025,” katanya.

Program hilirisasi yang diinisiasi Gubernur Andi Sumangerukka ini tidak hanya menargetkan peningkatan pendapatan petani, tetapi juga menjadikan Sultra sebagai pusat industri perkebunan kakao dan pala di kawasan timur Indonesia.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *