KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar rapat konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sultra di Hotel Claro Kendari, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini merupakan langkah percepatan pembangunan fasilitas Koperasi Merah Putih yang menjadi program strategis pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Dr. La Ode Muhamad Shalihin, mengatakan bahwa rapat tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi terkait penyediaan lahan pembangunan gedung koperasi. Proses pembangunan nantinya akan dikoordinasikan oleh Korem 143/Halu Oleo, mengingat proyek ini berada di bawah supervisi TNI.
“Standar lahan yang harus disiapkan adalah ukuran bangunan 30 x 20 meter dengan total luas minimal 1.000 meter persegi. Dengan konsolidasi ini, kita berharap kabupaten/kota dan para pendamping bisa bergerak seragam agar penyediaan lahan dapat dipercepat,” ujarnya.
Shalihin mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 2.085 koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan se-Sultra. Pemerintah pusat telah menyiapkan pembangunan gedung, gudang, hingga gerai pendukung untuk koperasi tersebut. Berdasarkan data TNI, sebanyak 502 lokasi sudah dinyatakan siap dibangun dan anggarannya telah tersedia.
Pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh PT Agrinas di bawah koordinasi TNI, sementara proses pendampingan di lapangan melibatkan Kodim setempat. Setiap lokasi hanya bisa dibangun apabila lahan yang disiapkan sudah berstatus clear and clean untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Gerai Koperasi Merah Putih akan dilengkapi delapan layanan utama, di antaranya gerai sembako, layanan simpan pinjam, klinik, apotek, pergudangan, cold storage, hingga kendaraan operasional sebagai pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Program ini harus kita sukseskan bersama. Karena pembangunannya berada dalam pengawasan TNI, maka koordinasi menjadi faktor kunci,” tegas Shalihin.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Seksi Teritorial Korem 143/Halu Oleo, Kolonel Inf Muhammad Jafar, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program nasional tersebut.
“Ini merupakan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dari level desa dan kelurahan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, terutama dalam penyediaan lahan, sangat kami harapkan,” ujarnya.
Program Koperasi Merah Putih diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Laporan : Rul R.















































