KENDARI, LINKSULTRA.COM – Komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dalam menghadirkan pasar ikan yang higienis, modern, dan representatif terus dibuktikan melalui program revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa di Kota Kendari.
Program strategis ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang, dengan dukungan anggaran dari APBD Perubahan (APBD-P) 2025.
Revitalisasi tahap lanjutan ini dirancang tidak hanya untuk mempercantik tampilan pasar, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola lingkungan.
Fasilitas yang dibangun meliputi pembangunan tiga gedung baru, termasuk satu bangunan yang sebelumnya terbakar, fasilitas pedagang ikan yang lebih layak, serta pagar keliling untuk memperkuat keamanan dan keteraturan area pasar.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh Pemerintah Provinsi untuk membangun kawasan perdagangan ikan yang sesuai dengan standar kebersihan dan kenyamanan publik.

“Untuk TPI Sodohoa, kami melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana yang belum rampung. Ada tiga gedung baru, termasuk yang sempat terbakar. Selain itu, fasilitas pedagang ikan dan pagar keliling kami bangun agar lebih tertata dan aman,” jelas Martin, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi mencapai sekitar Rp6,7 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 2,5 bulan sejak 20 Oktober hingga 20 Desember 2025.
Proyek ini diharapkan rampung sebelum akhir tahun agar seluruh aktivitas perdagangan bisa berjalan dengan lebih baik menjelang musim liburan dan meningkatnya permintaan ikan.
“Ini merupakan bagian dari janji Pak Gubernur untuk menuntaskan seluruh fasilitas di TPI Sodohoa. Beliau berkomitmen menjadikan pasar ikan ini sebagai contoh kawasan perdagangan yang bersih, rapi, dan memenuhi standar kelayakan,” tambah Martin.
Sebelumnya, melalui APBD Induk 2025, dinas yang dipimpinnya juga telah menuntaskan pembangunan meja jualan berbahan granit yang lebih mudah dibersihkan, penyediaan tempat sampah terintegrasi, dan sistem drainase untuk mengalirkan limbah pasar agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Kini, kapasitas meja jualan telah mencapai lebih dari 100 unit, yang seluruhnya dapat digunakan oleh pedagang lokal secara bergiliran.
Selain berdampak pada peningkatan kenyamanan, revitalisasi ini juga membawa efek ekonomi yang nyata. Dengan kondisi pasar yang lebih bersih dan tertata, pembeli merasa lebih nyaman, sementara pedagang dapat menampilkan dagangan ikan dalam kondisi segar tanpa gangguan bau dan kotoran seperti sebelumnya.
Pemerintah Provinsi juga berharap agar kawasan ini menjadi ikon pasar ikan modern di Kota Kendari, sekaligus destinasi kuliner laut yang menarik bagi wisatawan lokal dan luar daerah.
Martin menegaskan, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya untuk menumbuhkan budaya pasar yang sehat dan berdaya saing.
“Kami ingin menjadikan TPI Sodohoa sebagai contoh pengelolaan pasar berbasis kebersihan dan pelayanan publik. Dengan dukungan para pedagang, kami yakin kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi perikanan yang modern,” katanya.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari kebijakan besar Gubernur Andi Sumangerukka dalam memperkuat infrastruktur berbasis pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui pembangunan pasar ikan yang higienis, pemerintah tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir, meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, serta memperkuat rantai pasok perikanan di Sulawesi Tenggara.
Dengan rampungnya proyek ini, TPI Sodohoa diharapkan menjadi simbol perubahan tata kelola pasar tradisional menuju pasar ikan modern, bersih, tertata, dan berdaya saing tinggi – sejalan dengan visi Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang maju, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Laporan: Rul R.















































