Pemprov Sultra Distribusikan Jutaan Benih Perkebunan, Kakao Berpotensi Hasilkan Ratusan Juta per Hektar

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah. Melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Pemprov Sultra telah mendistribusikan 1,2 juta benih perkebunan serta puluhan ton pupuk kepada petani pada tahun 2025.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, LM Rusdin Jaya, menyebutkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Gubernur Sultra menargetkan distribusi benih meningkat menjadi 2,5 juta benih guna memperkuat subsektor perkebunan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

“Komitmen Bapak Gubernur sangat jelas. Tahun 2025 kita sudah menyalurkan 1,2 juta benih dan puluhan ton pupuk. Tahun 2026 targetnya lebih dari 2,5 juta benih perkebunan untuk kelompok tani se-Sultra,” ujar Rusdin.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek ekonomi besar adalah kakao. Dalam jangka 4 hingga 5 tahun ke depan, satu hektar kebun kakao dengan perawatan intensif diperkirakan mampu menghasilkan 1,8 hingga 2,2 ton biji kakao kering per tahun.

Dengan asumsi harga kakao kering mencapai Rp140.000 per kilogram, potensi pendapatan kotor petani kakao bisa mencapai Rp220 juta hingga Rp308 juta per hektar per tahun. Bahkan, jika dikembangkan pada lahan seluas 1.000 hektar, estimasi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan mencapai sekitar Rp250 miliar.

“Rata-rata produksi kakao berkisar 1–2 kilogram biji kering per pohon per tahun. Dengan jumlah tanaman sekitar 900 hingga 1.000 pohon per hektar, hasil panen sangat menjanjikan,” jelasnya.

Namun demikian, Rusdin menegaskan bahwa keberhasilan produksi kakao sangat ditentukan oleh kualitas bibit, pola perawatan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Tanaman kakao umumnya mulai berbuah pada usia 3 hingga 4 tahun.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi pendapatan tersebut belum dikurangi biaya operasional seperti pupuk, tenaga kerja, dan pestisida yang berkisar 20–30 persen, tergantung manajemen kebun.

Selain kakao, Pemprov Sultra pada tahun 2025 juga telah menyalurkan bantuan benih komoditas perkebunan lain seperti pala dan lada. Rusdin optimistis, komitmen Gubernur Sultra dalam mendorong hilirisasi subsektor perkebunan akan terwujud secara bertahap.

“Untuk tahun 2026, selain melanjutkan pembagian lebih dari 2 juta benih, akan ada tambahan komoditas potensial seperti kelapa dan mete. Ini bagian dari upaya memperkuat ekonomi petani dan mendorong nilai tambah perkebunan di Sultra,” pungkasnya.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *