KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, berbagai program strategis dijalankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, serta memperkuat kesejahteraan guru dan prestasi siswa.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Aris Badara, mengatakan arah kebijakan pendidikan tahun 2026 menitikberatkan pada percepatan layanan pendidikan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Menurutnya, Gubernur Sultra memberikan perhatian besar terhadap percepatan realisasi program, meski sejumlah kegiatan masih menyesuaikan jadwal nasional dan tahapan periodik.
“Hingga Mei 2026, progres pelaksanaan program telah mencapai 33,33 persen. Sebagian kegiatan memang masih menunggu tahapan dari pusat, seperti SPMB dan beberapa program bantuan pendidikan lainnya,” ujar Aris Badara.
Program prioritas yang dijalankan antara lain penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SMA, SMK, dan SLB, serta penguatan layanan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus melalui UPTD pendidikan.
Selain layanan pendidikan, Pemprov Sultra juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Saat ini, tunjangan profesi guru disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.
Kebijakan tersebut dinilai lebih efektif dibanding mekanisme sebelumnya yang dilakukan setiap triwulan. Pemerintah juga terus memberikan dukungan melalui tambahan penghasilan dan tunjangan bagi guru di daerah khusus.
“Pemerintah berkomitmen memperhatikan kesejahteraan guru karena mereka adalah ujung tombak pendidikan,” kata Aris.
Di bidang bantuan pendidikan, Dinas Pendidikan Sultra menyiapkan program bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA dan SMK. Meski jumlah penerima mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran, kualitas bantuan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Pemprov Sultra juga mengalokasikan beasiswa bagi siswa berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Masing-masing jenjang SMA dan SMK disiapkan kuota sekitar 100 penerima.
Program tersebut diberikan kepada siswa yang memiliki rekam jejak prestasi secara berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Sekolah nantinya diminta mengusulkan nama siswa lengkap dengan dokumen pendukung berupa sertifikat prestasi.

Selain itu, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu juga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui pendampingan Program Indonesia Pintar (PIP), Pemprov Sultra menyiapkan bantuan bagi 1.700 siswa SMA, 1.700 siswa SMK, dan 100 siswa SLB.
Pemerintah berharap program tersebut mampu membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Dalam upaya meningkatkan daya saing global, Dinas Pendidikan Sultra juga menjalankan program TOEFL Preparation bagi siswa SMK. Program ini bertujuan membekali lulusan dengan kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Untuk siswa SMA, Pemprov Sultra bekerja sama dengan Unit Pelaksana Akademik Bahasa Universitas Halu Oleo guna memberikan pembinaan kemampuan bahasa asing sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Aris Badara juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sultra saat ini tengah menghadapi tantangan berkurangnya guru produktif di SMK akibat banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.
Sebagai solusi, pemerintah daerah meluncurkan program “S1 Kedua” bagi guru adaptif dan normatif agar memiliki kompetensi tambahan di bidang pendidikan kejuruan.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Makassar guna mencetak guru produktif SMK dan guru pendidikan khusus bagi sekolah luar biasa.
Di sektor infrastruktur pendidikan, Pemprov Sultra juga tetap berkomitmen melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekolah meski berada dalam situasi efisiensi anggaran.
Salah satu fokus pembangunan diarahkan ke wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi. Beberapa sekolah akan mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang kelas dan peningkatan fasilitas pendidikan.
Selain mengandalkan APBD, Dinas Pendidikan Sultra juga terus mendorong sekolah memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat. Tahun sebelumnya, Sultra berhasil mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi pendidikan sekitar Rp146 miliar melalui APBN.
Dalam bidang kebudayaan, Pemprov Sultra tetap berupaya mempertahankan capaian penetapan warisan budaya tak benda meski di tengah keterbatasan anggaran. Tahun lalu Sultra berhasil memperoleh pengakuan terhadap 10 warisan budaya tak benda dan tahun ini ditargetkan meningkat.

Pemprov Sultra juga mendukung penuh berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, dan Sekolah Garuda.
Untuk mendukung program MBG, sejumlah SMK pertanian dan peternakan diarahkan menjadi pemasok kebutuhan pangan seperti sayur-mayur, telur, ikan, dan hasil peternakan lainnya.
Dinas Pendidikan Sultra juga menyiapkan sistem pendataan kondisi kesehatan siswa guna mendukung keamanan konsumsi makanan di sekolah, termasuk pendataan siswa yang memiliki alergi atau intoleransi makanan tertentu.
Sementara pada program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Pemprov Sultra menempatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik terbaik untuk memastikan kualitas pendidikan berjalan optimal.
Sebagai bentuk sosialisasi program pendidikan unggulan tersebut, Dinas Pendidikan Sultra juga menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti lomba senam Anak Indonesia Sehat, lomba esai, dan lomba konten kreatif tingkat pelajar.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap dapat menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (ADV/RR)
















































